Kamis, 07 Maret 2013

peralatan antenna piva

Gambar klem pipa .
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/klempipa.jpg
Gambar pengencang kawat
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/pengencangkawat.jpg
Gambar sambungan pipa
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/sambunganpipa.jpg
Gambar paku pengganjal pipa
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/pakuganjal.jpg

55 (edited by wheru 21-07-2010 01:31:32)

Gambar kaitan kawat spaner
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/IMG_0667.jpg

56 (edited by wheru 21-07-2010 01:34:55)

Yang ini kawat spaner yg langsung dikaitkan pada cor tembok.
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/kaitankawatspaner.jpg
Ini gambaran terakhir tower yg spanernya saya gunakan 3 kawat yg dipilin kondisinya sudah putus karena korosi.
Posisi tower di pegunungan yg kondisinya lebih lembab dari pada di dataran rendah.
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/putus.jpg
wah... cool... lengkap.. nanya lagi mas wheru :
1. cara pasang kawat pada pengaitnya agar kuat gimana?
2. cara pasang spanner pada pipa kalo ada gambarnya mas.
3. penggantian kawat spanner untuk daerah dataran tinggi disarankan berapa tahun sekali?
4. apakah paku yang digunakan untuk menahan pipa atas ngga kekecilan? soalnya berat.
5. apakah pelubangan pipa tidak membuat pipa menjadi rapuh?
makasih dan maaf cerewet.. namanya juga belajar.. hehe
arenada wrote:
wah... cool... lengkap.. nanya lagi mas wheru :
1. cara pasang kawat pada pengaitnya agar kuat gimana?
2. cara pasang spanner pada pipa kalo ada gambarnya mas.
3. penggantian kawat spanner untuk daerah dataran tinggi disarankan berapa tahun sekali?
4. apakah paku yang digunakan untuk menahan pipa atas ngga kekecilan? soalnya berat.
5. apakah pelubangan pipa tidak membuat pipa menjadi rapuh?
makasih dan maaf cerewet.. namanya juga belajar.. hehe
1. spt pd gambar "kaitan kawat spaner", kawat dimasukan kelubang yg bulat trus ditarik pakai tangan atau tang agar tegang (secukupnya saja karena nariknya cukup berat) lalu kawat dibengkokan balik trus dililitkan secukupnya (spt pd gambar). Unt pengencangan lebih lanjut dgn jalan memutar pengencangnya.
2. menyusul yah..............
3. tidak ada patokanya. selama belum korosi (atau karena hal2 yg lain) ya belum perlu diganti.
4. tidak. paku yg saya pakai itu ukuranya 4mm dgn pelubangan memakai mata bor 5mm
5. satu atau dua lubang pada pipa tidak akan membuat rapuh pipa.
Terimakasih kembali, kita juga masih belajar dan berbagi pengalaman kok.
arenada wrote:
2. cara pasang spanner pada pipa kalo ada gambarnya mas.
makasih dan maaf cerewet.. namanya juga belajar.. hehe
Saya cari gak ada gambar yg siap, jadi ini terpaksa jadi  fotografer sementara. hasilnya spt ini :
Ini adalah gambar pemasangan kawat spaner pada pipa antena. Gambar diambil dibawah kok gak diatas buat penjelasan saja. Yg penting bisa jelas OK ?
Saya pergunakan klem pipa untuk pegangan kawatnya (tidak dibikin kupingan dgn las karena kurang praktis).
Jadi kawat dililitkan 2 kali dipipa (diatas klem) kemudian dililitkan balik ke kawatnya. Begitu juga kawat yg lain (3 atau 4 titik). Dan sekalian diatur posisi arah kawatnya supaya kalau nanti pipa berdiri dan kawat mau dikencangkan tidak miring arahnya.
Semoga bisa jelas.
Ini gambarnya.
http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/spanerpipa1.jpg
nanya lagi mas wheru [hehe] : berati dengan 2 pipa pake 3 step spanner?
a. di bawah
b. di ujung atas pipa bawah
c. di bagian pipa atas
gitu ya mas?
kalo bener, untuk spanner di bagian paling bawah itu dari tanah berapa meter tingginya?
apakah gambar yang mas tampilin ini pipa nya sama sekali ngga nempel sama tembok?
nuwun
arenada wrote:
nanya lagi mas wheru [hehe] : berati dengan 2 pipa pake 3 step spanner?
a. di bawah
b. di ujung atas pipa bawah
c. di bagian pipa atas
gitu ya mas?
kalo bener, untuk spanner di bagian paling bawah itu dari tanah berapa meter tingginya?
apakah gambar yang mas tampilin ini pipa nya sama sekali ngga nempel sama tembok?
nuwun
Sebelum jawab, saya jelaskan pd anda gambar tsb hanya menunjukan (menjelaskan) letak kawat pd klem dan lilitan kawatnya. Jadi itu adalah contoh saja. Karena itu  memang saya buat di bawah untuk pemotretan saja. 
Pada pemakaian 2 pipa, kalau pipa yg bawah sdh dapat menempel di tembok (sampai ketinggian 4m dan bisa diklem dgn tembok) maka yg biasa saya lakukan hanya memberi kawat spaner pada pipa yg atas saja (mendekati ujung atasnya).
Jadi jelasnya untuk 2 pipa ada dua kemungkinan :
1. Bisa memakai 2 spaner (pipa atas dan bawah).
2. juga bisa hanya satu spaner (untuk pipa atas saja).
oohh. yap paham..
makasih lo mas dah repot2 motretin hehe... jadi ndak enak.
kemungkinan besar saya akan menggunakan opsi ke 2. tanem pipa bagian bawah dengan kedalaman 50 cm tanpa cor dengan alas batu sesuai gambaran dari mas wheru. kemudian saya klem di tembok sampai dengan ketinggian 3 meter. setelah itu akan saya pasang spanner di pipa ke dua [pipa yang atas]. pemasangan dilakukan di sebeah atas mendekati  ujung [1 meter dari ujung pipa atas].
dengan gambaran tersebut apakah sudah cukup kuat?
terimakasih
Yup.  Selamat bekerja.
Eh ... ada yg lupa nih buat tambahan.
Gambar alat yg biasa dipakai buat manjat / berdiri di pipa antena. Mudah2an berguna.

http://i746.photobucket.com/albums/xx106/wheru/pertama/pijakanpipa.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar